Krisis di Provinsi Songkhla: "Pukulan Ganda" Kelangkaan Bahan Bakar dan Songkran

 

Situasi di Provinsi Songkhla saat ini sangat buruk, karena krisis bahan bakar, yang diperparah oleh Songkran (Festival Air) yang akan datang, sangat mengganggu panen lateks dan rantai pasokan.
1. Kelangkaan Bensin dan Solar (Provinsi Songkhla Memasuki “Kondisi Kritis”)
Hingga akhir Maret 2026, Provinsi Songkhla adalah salah satu provinsi yang paling terdampak krisis bahan bakar di Thailand.
• Keruntuhan Logistik: Pengumpulan lateks sangat bergantung pada truk kecil dan sepeda motor yang bolak-balik antara petani kecil yang tersebar dan pusat distribusi. Dengan banyak SPBU di Songkhla yang tutup atau menerapkan penjatahan bahan bakar (500 baht per mobil dan hanya 50 baht per sepeda motor), petani karet menghadapi dilema memiliki karet tetapi tidak ada cara untuk mengangkutnya.
• Risiko Kerusakan Tinggi: Lateks segar harus sampai ke pabrik pengolahan dalam beberapa jam setelah penyadapan untuk mencegah penggumpalan alami. Kelangkaan bahan bakar telah menyebabkan antrean panjang dan keterlambatan transportasi, yang menyebabkan lateks rusak atau kualitasnya menurun (peningkatan kandungan asam lemak volatil [VFA]).
• Mesin tidak dapat beroperasi: Perkebunan besar bergantung pada mesin bertenaga diesel untuk perawatan harian dan pengolahan primer; tanda "diesel habis terjual" yang banyak terpampang di SPBU di Provinsi Songkhla saat ini berarti kegiatan produksi ini telah terhenti.
2. “Pukulan Ganda” Songkran
Krisis bahan bakar mencapai puncaknya menjelang Songkran, yang berlangsung dari tanggal 11 hingga 15 April, menghadirkan tantangan tambahan:
• Kekurangan Tenaga Kerja: Secara tradisional, para penyadap karet berhenti bekerja selama festival. Ditambah dengan krisis bahan bakar saat ini, banyak pekerja mungkin memilih untuk mengambil "liburan" lebih awal karena mereka tidak mampu membeli bahan bakar dengan harga tinggi atau tidak dapat memperoleh bahan bakar.
• Pembelian panik: Pemerintah Thailand telah memperingatkan bahwa lonjakan perjalanan selama Songkran akan semakin meningkatkan permintaan bahan bakar. Bahkan jika pemerintah melepaskan cadangan minyak darurat, kekurangan pasokan mungkin akan berlanjut hingga pertengahan April.
• Memburuknya kesenjangan pasokan: Thailand Selatan saat ini berada dalam "periode pengguguran daun dan penurunan produksi" (musim panen rendah) untuk pohon karet, dan gangguan bahan bakar buatan manusia ini memperparah pasokan bahan baku yang sudah ketat.
3. Analisis Dampak Pasar
• Industri Sarung Tangan (Nitrile/Lateks Alami): Harga lateks pekat diperkirakan akan mengalami fluktuasi yang lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dalam beberapa minggu mendatang. Jika Provinsi Songkhla—pusat utama—tidak mampu mengangkut produk ke zona industri “Kota Karet” atau untuk diekspor ke pasar internasional, kontrak pasokan jangka pendek dapat terganggu.


Waktu posting: 26 Maret 2026